AM – Mesin Cetak Offset adalah mesin cetak yang menggunakan master atau disebut dengan Plate dengan proses pemindahan huruf ke Blanket. Karena harganya yang cukup mahal, alat ini biasanya diperuntukan untuk usaha percetakan saja.

Untuk mencetak dalam jumlah besar disarankan untuk menggunakan cara ini, karena ongkosnya lebih murah dibandingkan jika menggunakan mesin digital printing.

Perhatikan tabel perbandingan berikut:

Offset Printing Digital Printing
Pengambilan Gambar Langsung Tidak Ada Dari scanner atau file komputer
Pembawa Gambar Pelat Drum
Resolusi 2400 x 2400 dpi Setara 1.800 x 600 dpi
Penyetelan Perlu Penyetelan Tidak Perlu
Warna  CMYK dan PMS, bisa warna khusus CMYK, RGB, tidak bisa warna khusus
Ukuran Kertas Bisa sampai  70×100 cm2 (A1) A3+ ukuran 32,3 x 48,7 cm2)
Variasi Bahan Kertas HVS, Art Paper, Art Carton, Sticker, Kertas Vancy. Ketebalan kertas bisa mencapai 320 gsm HVS, Art Paper, Art Carton max 260 gr
Biaya Per Lembar Semakin banyak semakin murah* Sedikit atau banyak, harga tetap

Dari table tersebut dapat diambil kesimpulan untuk memilih offset printing jika:

  • Mencetak dalam skala besar, karena biaya per lembarnya akan menjadi semain murah.
  • Menggunakan kertas tebal (lebih dari 260 gr) dan mungkin permukaannya sedikit lebih kasar seperti kertas samson atau kertas fancy paper.
  • Jika sedang tidak terburu-buru, karena mmencetak dengan menggunakan mesin cetak offset membutuhkan penyetelan terlebih dahulu.

Lalu pilihlah cetak dengan digital printing jika:

  • Mencetak dalam jumlah sedikit
  • Siap dalam waktu itu juga (bisa ditunggu)
  • Mencetak dengan sedikit perbedaan pada desainnya. Contoh mencetak piagam dengan perbedaan desain juara 1, juara 2, dan seterusnya.
  • Tidak membutuhkan warna khusus. Digital printing memang bisa membuat output warna Pantone, tetapi hasilnya tidak real karena Pantone yang dihasilkan hanya simulasi saja.

Pengertian Mesin Cetak Offset

Cetak offset adalah teknik yang banyak digunakan pada saat ini, karena memang memiliki banyak keunggulan, salah satu yang utama adalah kecepatannya untuk cetak dalam jumlah besar.

Mesin cetak offset sendiri tersedia dalam beberapa pilihan, mulai dari mesin satu warna, sampai dengan 4 warna, lalu kemudian beragam ukuran, serta merk yang ada di pasaran.

Cetak Offset

Cetak Offset

Mesin ini menggunakan master atau plate cetak dengan proses pemindahan huruf atau gambar ke blanket, jadi peralihan tinta tidak langsung ke bahan cetaknya, tetapi melalui blanket tersebut.

Cetak offset disebut juga chemical printing technique, atau teknik cetak kimia, bagian image area pada pelat cetak offset terbuat dari lapisan Oleophylic, sedangkan bagian non image area terbuat dari lapisan hidrophylic.

Ciri-ciri Mesin Cetak Offset

Dari segi fisik sudah terlihat jelas untuk mesin offset ini dibandingkan dengan digital printing, untuk ciri lainnya yaitu:

  • Digerakan menggunakan listrik dengan komponen mekanis
  • Mencetak dengan master yang disebut paper plate
  • Proses pencetakannya dibantu dengan zat kimia yang disebut fixer serta air dengan cara pemindahan huruf pada blanket
  • Dapat mencetak pada kertas doorslag sampai dengan kertas karon berukuran A6 (105 x 108 mm) sampai ukuran A0
  • Dapat mencetak gambar atau foto dan berwarna

Bagian Dari Mesin Cetak Offset

Untuk bagian yang terdapat pada mesin cetak offset ini antara lain:

  1. Power Switch
  2. Tuas Start
  3. Central control
  4. Hand wheel
  5. Master Rail
  6. Master rail lever
  7. Master insertion guide
  8. master injection switch
  9. feed unit
  10. auxiliary feed lever
  11. paper tray lowering lever
  12. feed tray
  13. paper weight
  14. side margin adjuster
  15. height adjuster
  16. counter
  17. reset lever
  18. counter lock lever
  19. cover up
  20. ink fount roller lever
  21. ink quantity control
  22. fountain quantity control
  23. ink doctor blade adjusting screw
  24. inking lever
  25. speed control

Baca artikel lainnya: 4 Jenis Mesin Digital Printing

Mesin Cetak Offset Heidelberg SM 52 4 Warna

Heidelberg SM 52 4 Warna

Beberapa Tipe dan Ukuran Mesin Offset

Ada beberapa merk dan tipe dari mesin ini, beberapa diantaranya yaitu:

Nama Mesin Cetak Offset Ukuran Kertas Area Cetak
Heidelberg GTO 46 32 x 46 31 x 45
Heidelberg SM 52 36 x 52 34 x 50
Heidelberg SM 72 52 x 74 51 x 72
Heidelberg SM 102 72 x 102 70 x 102
Heidelberg SOR M 52 x 74 51 x 72
Heidelberg SOR D 71.5 x 91.5 70 x 90
Heidelberg SOR S 70 x 100 69 x 98
Heidelberg MO 63 x 46 62 x 45
OLIVER 46 33 x 48 32 x 47
OLIVER 52 36 x 52 34 x 50
OLIVER 58 44 x 58 42 x 56
OLIVER 72 50 x 70 48 x 68

Kebanyakan percetakan besar lebih memilih menggunakan mesin cetak Heidelberg, entah SM52, 72, 102, dan tipe lainnya. Dan rata-rata juga lebih memilih menggunakan SM 4 warna.

Komponen Utama Mesin Offset

Pada mesin cetak offset ada beberapa komponen utama yang berfungsi penting, yaitu:

  • Silinder Platadalah sebuah Roll berbentuk Silinder yang berfungsi sebagai rumah Plat Cetak.
  • Silinder Blanketadalah sebuah Roll Silinder yang berfungsi sebagai Perantara / Peralihan Tinta dari Plat Cetak menuju Media yang akan diberi Tinta Cetak.
  • Silinder Impressionadalah sebuah Roll Silinder yang berfungsi sebagai Tempat Peletakan Bahan Media yang akan diberi Tinta Cetak.
  • Silinder Tinta ini merupakan tempat untuk memasukan Tinta Cetak.
  • Dan yang terakhir ada Silinder Air, adalah tempat memberikan air untuk mengisi Area Non Image (Area kosong / Tidak Terkena Tinta Cetak)

Alur Kerja Proses Cetak Offset

Ada beberapa tahap dalam melakukan proses cetak offset, pada salah satu prosesnya, jika ingin mempermudah prosesnya, dapat menggunakan mesin tambahan lainnya.

Alur Kerja Proses Cetak OffsetAlur Kerja Proses Cetak Offset

Alur Kerja

Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

Proses Pra-cetak

Tahap pertama adalah melakukan proses pra-cetak, yaitu mempersiapkan repro film yang akan digunakan, setelah desain selesai, selanjutnya akan di output untuk dibuatkan film.

Setelah film selesai, langkah selanjutnya kita akan melakukan rekam plate, rekam plate adalah hasil film repro direkam prosesnya, pada bahan berupa plat alumunium yang nantinya bahan ini akan dipasang pada mesin cetak.

Pada saat sekarang ini, untuk melakukan prosesnya lebih banyak menggunakan mesin ctcp, karena lebih menghemat waktu serta lebih efisien, namun memang untuk harga mesin ctcp sendiri juga cukup tinggi.

Setelah itu, menyiapkan kertas yang akan digunakan sesuai dengan keperluan, seperti contohnya akan mencetak brosur, maka yang harus disiapkan adalah kertas untuk bahan brosurnya tersebut.

Tahap terahir untuk proses ini ialah menyiapkan berbagai macam warna tinta sesuai yang dibutuhkan, seperti alkohol, fountain, dll.Setelah proses ini siap, maka selanjutnya kita akan melanjutkan ke proses cetak dengan mesin cetak offset.

Proses Cetak

Tahap kedua adalah mensetting plate, tinta, dan kertas yang akan digunakan. Plate cetak dan juga bahan kertas yang akan digunakan pada proses pra cetak tadi dipasang pada mesin cetak offset pada posisinya masing-masing bedasarkan fungsinya.

Plate cetak dipasang pada silinder Plate yang berada diatas mesin cetak offset tersebut, sedangkan bahan kertas yang akan digunakan dipasang pada tempat mendatar dibawah roll, dan juga siapkan juga tinta pada tempatnya.

Setelah plate cetak, tinta, dan bahan kertas telah disiapkan atau sudah terpasang pada posisinya masing-masing, maka langkah selanjutnya adalah dengan menjalankan mesin offset tersebut, maka mesin akan melakukan proses cetak.

Diagram Mesin Cetak Offset

Mesin Cetak

Prosesnya tinta akan bersinggungan dengan silinder plate yang telah dipasang plate cetak, dan plate cetak mentransfer tinta  menuju silinder blanket. Lalu silinder blanket yang membawa tinta, bersinggungan dengan bahan kertas yang terpasang di silinder impression.

Sehingga terjadilah pemindahan gambar desain yang ada di plate cetak ke bahan kertas tersebut dengan tinta, dan kertas pun keluar satu persatu berisi gambar desain yang sudah jadi.

Proses Finishing

Tahap ketiga atau terakhir adalah proses finishing, setelah desain selesai di cetak, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah proses finishing. Proses finishing tergantung kebutuhan, berikut adalah proses finishing yang biasa dilakukan setelah selesai proses cetak.

Memotong kertas: Proses ini dilakukan untuk merapikan bagian kertas yang melebihi area cetak. Dan juga biasanya bertujuan untuk membagi kertas menjadi beberapa bagian.

Laminating: Melapisi kertas dengan plastik khusus sehingga membuat hasil cetakan menjadi lebih mengkilap, lebih halus, dan membuat kertas menjadi tahan gores.

Ada banyak macam lagi untuk proses finishing, tergantung dari apa yang sedang dikerjakan, sebagai contoh jika untuk undangan, maka masih ada proses pond, emboss, atau hotprint.

Penutup

Mesin cetak offset memang diketahui memiliki harga yang cukup tinggi, sehingga memang hanya percetakan saja yang menggunakan jenis mesin ini, belum lagi untuk tambahan mesin pendukung lainnya.

Dan pada saat ini penggunaan mesin tersebut masih tetap populer, karena jika dibandingkan dengan digital printing, untuk kecepatan dan cost produksinya masih lebih unggul percetakan ini.

Hanya memang membutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk membeli mesin cetak offset tersebut, beserta dengan mesin pendukung lainnya.

  • Cetak Offset
5